Pongo Ranger Ikut Serta dalam Kegiatan Planetary Health Camp di Sukadana

Menjelang akhir tahun 2019, Pongo Ranger yang diwakili oleh Nurdiati (Co-Founder Pongo Ranger) dan Shafa Fakhira ( Coordinator of Special Event Division) diundang oleh  ASRI (Alam Sehat Lestari), sebuah lembaga nirlaba yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pelestarian hutan bernilai konservasi tinggi untuk mewujudkan masyarakat sehat, sejahtera, dan alam lestari untuk ikut serta menimba ilmu tentang kesehatan planetari dalam Planetary Health Camp (PH Camp) 2019. Kegiatan ini dilaksanakan saat akhir pekan tanggal 14-15 Desember 2019 di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

PH Camp yang dihadiri oleh 55 peserta dari 9 sekolah tingkat SMA/SMK/MA di wilayah sekitar Taman Nasonal Gunung Palung (Tanagupa) Kabupaten Kayong Utara dan perwakilan duta lingkungan merupakan PH Camp angkatan ke-3. Kegiatan ini merupakan bagian dari  program Pendidikan Kesehatan Planetari yang dilaksanakan dua kali setahun, dimulai sejak November 2018. Kegiatan ini dilatarbelakangi karena banyaknya permasalahan lingkungan yang terjadi berdampak pada kesehatan manusia.

Kegiatan dilaksanakan di 2 lokasi secara indoor dan outdoor. Kegiatan diawali dengan perkenalan satu sama lain di lantai dua Klinik ASRI. Kemudian  kami  diajak ke ruang operasi untuk menerima materi Perkenalan ASRI dan Planetary Health. Kami diajak memahami pentingnya kesehatan manusia dan alam sebagai sandarannya. Selanjutnya, snack dengan konsep less plastic disediakan. Seluruh peserta juga dihimbau untuk membawa tempat makan dan botol minum dari rumah sebagai salah satu langkah nyata mengurangi plastik. Setelah snack time, materi dilanjutkan mengenai Hutan Hujan Tropis oleh Hendriadi S. Hut selaku Koordinator Reboisasi ASRI. Lagi, peserta dibuka wawasannya tentang ciri hutan hujan tropis, manfaat, hingga perbedaan hutan dan kawasan hutan.

Tak sampai disitu, setelah materi tentang Hutan Hujan Tropis selesai, materi dilanjutkan tentang Perubahan Iklim yang disampaikan Manajer Pendidikan Kesehatan Planetari, Etty Rahmawati, S.Pd. Pengetahuan peserta bertambah tentang perbedaan iklim dan cuaca, penyebab terjadinya perubahan iklim dan dampaknya, hingga peran gas rumah kaca bagi kehidupan di bumi.

Uniknya, setelah penyampaian materi Perubahan Iklim, peserta kemudian belajar membuktikan adanya peningkatan suhu melalui ekperimen sederhana dari botol plastik yang dilubangi pada bagian atasnya dan botol plastik yang ditutupi dengan plastik lain. Lampu pijar diletakkan di tengah kedua botol yang sebelumnya telah dilengkapi dengan termometer. Dalam 10 menit, peserta mencatat perubahan suhu yang terjadi dan membandingkan keduanya, serta mengambil kesimpulan atas apa yang terjadi.

Setelah beberapa materi disampaikan, peserta dibagi dalam 4 kelompok untuk mengikuti tur di sekitar Klinik ASRI. Tur dipandu oleh Etty Rahmawati, M. Zulkarnaen, dr. Fitri Simangunsong dan dr. Alvi Muldani. Hal menarik dijelaskan mulai dari awal berdirinya ASRI, konsep bangunan, juga peserta diajak melihat chainsaw yang dikumpulkan oleh ASRI sebagai bentuk nyata ASRI mengurangi potensi perusakan wilayah Tanagupa melalui illegal logging. Sampai di belakang klinik, peserta dibawa menuju daerah tempat pengumpulan bibit tanamana keras dari masyarakat. Sebagai tambahan informasi,  ASRI menerima pembayaran biaya kesehatan melalui bibit tanaman keras tertentu, kulit telur, bahkan kotoran sapi. Semua jenis barang tersebut digunakan untuk pelestarian kawasan hutan di Tanagupa.

Selain itu, di halaman belakang juga terdapat tempat pembuatan pupuk kompos yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah pada pertanian organik miliki ASRI yang juga letaknya di belakang klinik. Kegiatan tur diakhiri dengan persiapan peserta menuju camp di dekat Pantai Pulau Datok. Peserta berjalan dari klinik ASRI ke camp sekitar 20 menit. Kemudian peserta istirahat dan kegiatan dilanjutkan pada malam harinya, berupa penampilan yel-yel dan api unggun.

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.30 peserta dibagi dalam empat kelompok dan berangkat menuju Bukit Peramas untuk melakukan observasi hewan yang ada di bukit tersebut. Kegiatan yang cukup menyenangkan dan menyegarkan pikiran. Selain menambah pengetahuan, kami dapat melihat secara langsung keanekaragaman hayati di bukit tersebut, yang juga merupakan bagian dari wilayah Tanagupa.  Sekitar 30 menit, observasi selesai dan waktunya istirahat. Tak lama setelah itu, kami kemudian menuju ke sisi lain Pantai Pulau Datok untuk belajar tentang mangrove secara langsung. Kami diajak masuk ke pantai yang terdapat mangrove sambil dijejaki materi oleh Samsul Bahri S. Hut. Menjelang tengah hari, kegiatan di pantai selesai. Kami menuju camp dan bersiap gugur gunung dan kembali ke Klinik ASRI.

Setelah bersih-bersih diri, kami ke ruangan yang sama saat hari pertama untuk menerima materi lain yakni tentang biodiversity di Tanagupa oleh pemateri langsung dari pihak Tanagupa, Ibrahim Sumardi dan dua orang  lainnya. Kami juga melihat beberapa cuplikan camera trap yang dipasang, terdapat beruang madu, macan dahan, burung ruai, hingga orang utan. Keanekaragaman hayati seperti ini merupakan karunia Tuhan yang bahkan tidak semua negara memilikinya, sehingga patut untuk dijaga dan dilestarikan.

Setelah itu, dr. Fitri Simangunsong menyampaikan materi tentang Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan. Peserta  menghubungkan materi pada hari sebelumnya tentang perubahan iklim dan eksperimen gas rumah kaca dengan materi yang satu ini. dr. Fitri juga menyampaikan kemungkinan penyakit yang timbul jika perubahan iklim terjadi secara ekstrem.

Materi terakhir disampaikan juga oleh Etty Rahmawati tentang Sampah. Peserta diajak untuk mulai mengurangi produksi sampah karena setiap hari sampah akan selalu diproduksi sedangkan hanya sebagian kecil saja yang didaur ulang, sementara sisanya ada yang ditimbun dan berada di mana saja, bahkan lautan. Tindakan sederhana seperti membawa botol minum kemana saja dan belanja menggunakan reusable bag merupakan tindakan yang cukup baik untuk memulai pengurangan produksi sampah plastik dari diri sendiri. Rangkaian penyampaian materi ditutup dengan pemutaran animasi tentang sampah plastik dan bernyanyi bersama.

“PH Camp sangat menarik sekali, bagaimana para generasi mudah harus memiliki pengetahuan tentang hubungan antara kesehatan planet dan manusia, serta bagaimana keadaan lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan. Selain itu, kegiatan ini memotivasi para generasi muda untuk andil dalam menjaga lingkungannya melakukan perubahan mulai dari hal terkecil lewat perilaku ramah lingkungan yang bisa dilakukan mulai dari rumah.” kata Nurdiati setelah kegiatan.  Pongo Ranger juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari ASRI teens dan  ilmu yang telah dibagikan serta pengalaman belajar langsung dari alam yang menyenangkan.

Rencananya, tahun depan PH Camp akan dilaksanakan kemungkinan pada bulan  Maret atau April dan Agustus atau September dengan beberapa konsep baru ditambahkan dengan jangkauan yang lebih luas. Etty Rahmawati berpesan agar setelah kegiatan ini, kaum muda dan masyarakat sadar bahwa kesehatan manusia tidak bisa lepas dari kesehatan alam, sehingga mereka bisa bijak dalam bertindak terhadap alam.  Sobat Pongo juga bisa datang langsung ke Klinik ASRI untuk belajar konsep planetary health bertempat di Jalan Sungai Mengkuang Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.   

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+

This Post Has 10.712 Comments