Founder Pongo Ranger Isi Webinar ASEAN : Pemuda di garis terdepan melawan pandemi COVID-19

Pandemi covid-19 mempengaruhi banyak sektor tidak hanya kesehatan tetapi juga ekonomi, pendidikan dan sektor lainnya. Tidak heran, hampir semua media menjadikan berita covid-19 menjadi headlines baik itu media digital, cetak tidak terkecuali audiovisual. Dengan semakin seriusnya permasalahan yang merupakan dampak dari pandemi covid-19, ASEAN kemudian menginisiasi webinar pertama mereka dengan melibatkan ASEAN Youth Leaders dengan berbagai latar belakang untuk memberikan inspirasi dan berbagi cerita terkait upaya yang pemuda melanjutkan aktivitas untuk menanggulangi pandemi yang sedang terjadi.

Bekerja sama dengan Asean Foundation, Asean for Biodiversity dan IFRC, Webinar ini sukses dilaksanakan pada Senin, (27/7), dan diikuti oleh lebih dari 350 peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang menjadi mayoritas peserta webinar kali ini. Pongo Ranger melalui foundernya, Riyan berpartisipasi dalam webinar ini dengan menyajikan informasi terkait usaha pemuda menghadapi pandemic covid-19 melalui perspektif lingkungan hidup. Tidak Hanya menyampaikan terkait program kerja dan upaya pongo ranger dalam melibatkan pemuda lokal di Kalimantan dalam menghadapi covid-19 dengan terus meningkatkan upaya pelestarian lingkungan, Riyan juga menjelaskan alasan utama kenapa kesehatan lingkungan itu sangat berpengaruh dengan kesehatan manusia, terutama di masa-masa berat melalui pandemi saat ini.

“ WHO telah menggarisbawahi bahwa pandemi covid-19 ini terjadi kemungkinan besar melalui penularan dan transmisi virus antara hewan dan manusia. Jadi pada intinya, semakin tinggi frekuensi kontak antara manusia dan satwa liar, maka akan semakin tinggi pula potensi terjangkitnya penyakit melalui zoonosis” Ungkap Riyan di Awal Webinar. Selain itu, Riyan juga menegaskan bahayanya jika deforestasi dan perdagangan hewan illegal terus dilakukan, karena jika habitat hewan terus mengalami penyempitan maka akan mendorong terjadinya konflik antara hewan dan manusia dan tentunya akan meningkatkan potensi kontak langsung antara hewan dan manusia. Hal ini juga akan terjadi jika hewan dikumpulkan dalam satu kanndang dan dengan kondisi stress, maka akan jauh lebih mudah bagi virus untuk menyebar ke manusia.

Selain meninjau dari sisi lingkungan, webinar ini juga menghadirkan pemuda-pemuda ASEAN lainnya yang melakukan berbagai kegiatan inspiratif. Mulai dari kegiatan sukarelawan, teknologi medis dan dari perspektif pebisnis dan budaya. Beberapa komentator juga dihadirkan dalam webinar ini diantaranya adalah Mr Somkiao Kingsada (Director-General Lao Youth Union) dan perwakilan dari Vice-Chair of the ASEAN Senior Officials Meeting in Youth. Pada sesi akhir webinar, peserta juga mendapatkan materi menarik terkait Build back better : You(th) need to adapat dari Mr Cheng Yang Chong (co-chair of the IFRC Southeast Asia) dan Ms Fransesca Capoluongo (IFRC Youth Delegate for ASEAN). Webinar ini ditutup dengan berbagai pesan motivatif dari para pembicara yang secara umum menegaskan betapa beesarnya potensi pemuda untuk bisa melawan covid-19 dan membantu komunitas disekitarnya untuk bisa keluar dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi ini. Even small action is counted !

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+

This Post Has 9.254 Comments