Efek Diderot : Siklus Pembelian yang Terjadi dalam Kehidupanmu

Siapa yang ga tertarik dengan handphone model terbaru, selain dengan fitur yang lebih baik, handphone dengan model terbaru juga banyak dibicarakan orang, terutama di media sosial. Segudang review langsung muncul di beranda Youtube-mu jika kamu menuliskan kata kunci jenis handphone tersebut. Tetapi, apakah yang handphone tersebut benar-benar kamu butuhkan saat ini?

unsplash.com

Mari berbicara mengenai Efek Diderot, sebuah siklus konsumsi yang terus berputar di sekitar kita. Tanpa kita sadari, efek ini seringkali membuat orang-orang membeli barang yang cenderung diinginkan, bukan yang dibutuhkan. Sayang sekali jika harus berada dalam siklus yang tidak putus ini, selain menyebabkan penumpukkan barang di rumah, efek ini juga akan menyebabkan “dompet menipis” tanpa disadari.

Bagaimana contoh Efek Diderot dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita lihat beberapa kejadian di bawah ini :

  1. Kamu baru saja membeli handphone baru. Sayangnya, handphone ini tidak memiliki case yang menarik. Maka, kamu membeli beberapa case handphone dengan corak yang berbeda. Kamu juga membeli earphone baru karena earphone lamamu tidak memiliki warna yang “senada” dengan case handphone-mu.
  2. Hari ini kamu membeli kemeja untuk kuliah. Sayangnya, lemarimu tidak memiliki rok yang berwarna satu tone dengan kemeja yang baru saja kamu beli. Kamu harus membeli rok baru, bahkan sepatu pun kamu beli lagi agar pakaianmu cocok dari atas sampai bawah.

Sudah mulai menemukan pola yang tersembunyi?

Nah.. siklus membeli barang yang terjadi setelah pembelian pertama inilah yang disebut Efek Diderot. Kamu akan berpikir harus melengkapi pembelian pertamamu dengan barang lain, padahal kamu tidak benar-benar butuh barang tersebut.

Bagaimana mengatasi efek ini agar tidak terus terjadi pada dirimu? Ini dia tips yang bisa kamu coba..

  1. Fokus pada fungsi barang

Trend fashion dan kemudahan berbelanja pada era digitalisasi akan membuatmu dengan mudah mengeluarkan uang membeli barang baru. Jika harus membeli barang baru, pikirkan seberapa butuh kamu dengan barang tersebut. Jauhkan pemikiran bahwa kamu membeli barang karena “status” yang dibangun dari barang tersebut. Kamu juga bisa membeli barang dengan warna netral sehingga dapat dengan mudah dipasangkan dengan barang yang tersedia di rumahmu.

2. Pikirkan (seluruh) biaya yang harus dikeluarkan jika membeli barang baru

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, Efek Diderot akan membawamu pada pembelian kedua, ketiga, dan seterusnya. Maka, jika harus membeli barang baru, pastikan kamu sudah siap mengorbankan dana untuk perawatan barang atau pembelian barang pelengkap.

unsplash.com

3. Buy one, give one

Konsep ini dapat membantu rumahmu tetap minimalis karena tidak ada penumpukan barang. Jika membeli barang baru sementara di rumah masih ada barang dengan fungsi yang sama, maka donasikan barang lama tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu terapkan supaya kamu tidak tenggelam dalam siklus konsumtif yang tidak kunjung putus. Kenali pola-pola lain yang terkait dengan Efek Diderot ini agar kamu bisa segera memutus rangkaian konsumerisme di dalam kehidupanmu.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+

This Post Has 28 Comments

  1. s most Popular Assets. Start Trading Now with Our Free Demo Account. Online Trading and Investment Platform

Tinggalkan Balasan